Jika kita melihat dunia manusia, mereka atau sebut saja kita akan senantiasa terjerat dalam dua terminologi “butuh” dan “ingin”. Terminologi pertama adalah butuh berarti sesuatu yang harus disediakan untuk kelangsungan hidup. Selanjutnya adalah ‘ingini’ yang berarti sesuatu yang muncul dari dalam benak sehingga memunculkan hasrat untuk memiliki, melakukan atau mengonsumsi sesuatu untuk memenuhi hasrat tersebut walaupun sebenarnya bukanlah kebutuhan kritis.
Suatu ketika kita merasa lapar, perut kita berasa tidak enak dan badan kita terasa semakin lemas, konsentrasi menurun dan badan tidak kuat mengangkat beban. Lalu kita ingat bahwa kita belum makan dari pagi, maka bisa kita simpulkan bahwa kita membutuhkan makanan. Ini adalah ke”butuh”an. Kita sedang makan nasi dan setengah porsi sudah habis kita lahap, sisa setengah. Kemudian seseorang di depan rumah lewat teriak “te sate”, lalu tenggorokan kita berasa kering dan secara tiba-tiba dalam mulut kita berasa bumbu sate padahal kita tidak memakannya. Maka tidak ada pilihan selain menelan ludah dan timbul rasa atau hasrat besar dari dalam pikiran kita untuk mendapatkan sate dan menyantapnya. Di sini ke”ingin”an muncul.
Dua terminologi tersebutlah yang menggerakkan manusia untuk berusaha memenuhinya dengan berbagai cara, seperti mencarinya, mengembangbiakkan, mencuri, merampok, menukar/berdagang. Dari berbagai cara yang ada tadi berdanganglyang menjadi sebuah kegiatan terbesar umat manusia untuk memenuhi kebutuhan dan atau keinginannya.
Minggu, 23 Oktober 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar