Rangorang jaman sekarang ini cenderung terlalu cepat menyimpulkan suatu masalah dan terlalu ahli dalam menilai sikap dan keputusan orang lain. Padahal kebanyakan dari mereka hanya mendapat secuil informasi dari media, lebih-lebih media sosial yang hanya berupa kabar. Saya jadi merasa mendatangi tempat sampah ketika mampir ke media sosial, apapun media sosial itu. Rangorang cenderung mudah sekali menelan mentah-mentah rumor yang beredar. Saya jadi kasian, sekaligus jengah. Betapapun banyak sekali ahli dan orang alim yang telah memberitahu agar jangan sebegitu mudahnya menderima kabar, lebih-lebih menyebarkan kabar. Namun tetap saja hal itu berjalan laksana rutinitas.
Intensitas. Saya rasa hal itu yang menjadi sebuah masalah. Orang kemudian bisa berubah menjadi bau parfum jika dia terlalu intens menyemprotkan dirinya dengan parfum. Orang akan menjadi pendek pemikirannya jika sangat intens dengan berita-berita kilat, pendek yang datang bertubu-tubi. Sialnya berita pendek itu belum tentu benar dan antara satu berita dengan berita lainnya tidak ada sambungannya yang jelas dan tidak ada ilmu yang bersambung pula. Jujur saya ini, jika saya analisis sendiri termasuk orang yang saya anggap kasian juga. Mungkin satu-satunya orang yang saya anggap kasian adalah diri saya sendiri, kalo gak salah. Maka dari itu saya mencoba untuk bisa meninggalkan media informasi yang bersifat News atau berita.
People die everyday, pencurian ada setiap hari, perampokan, pemerkosaan, tabrakan dan lain-lain dan hal-hal tersebut bukanlah sesuatu yang baru lagi. Tetapi walaupun begitu media masa, tv berita, situs berita dan blog-blog berita semakin tinggi ratingnya. Hal ini menandakan bahwa sebenarnya rangorang itu sangat curious sekali, cuma salah media. Seandainya rasa ingin tahu itu berasal pada ilmu yang berguna saja...SAJA...maka ilmu yang baik akan masuk dan mengendap di tubuh kita. Namun berita-berita yang berifat hasad dan palsu itu mengotorinya sehingga jalur-jalur antara memori-sensori-motorik terganggu. Banyak sudah ilmu mengendap di memori kita tetapi kita kesulitan mengaksesnya, seperti saya ini. Teori saya begitu sih, nggak tau yang sejatinya bagaimana. Yasudah saya akan mencoba praktik sendiri lah, siapa tau nanti akan berhasil.
![]() |
| sumber : weekly world news, blogger |
People die everyday, pencurian ada setiap hari, perampokan, pemerkosaan, tabrakan dan lain-lain dan hal-hal tersebut bukanlah sesuatu yang baru lagi. Tetapi walaupun begitu media masa, tv berita, situs berita dan blog-blog berita semakin tinggi ratingnya. Hal ini menandakan bahwa sebenarnya rangorang itu sangat curious sekali, cuma salah media. Seandainya rasa ingin tahu itu berasal pada ilmu yang berguna saja...SAJA...maka ilmu yang baik akan masuk dan mengendap di tubuh kita. Namun berita-berita yang berifat hasad dan palsu itu mengotorinya sehingga jalur-jalur antara memori-sensori-motorik terganggu. Banyak sudah ilmu mengendap di memori kita tetapi kita kesulitan mengaksesnya, seperti saya ini. Teori saya begitu sih, nggak tau yang sejatinya bagaimana. Yasudah saya akan mencoba praktik sendiri lah, siapa tau nanti akan berhasil.



