Rabu, 07 Desember 2016

Dont stop me now!

Bagaimana jika kita sedang berkendara motor dengan kecepatan 200kmph lalu tiba-tiba dipaksa ngerem hanya karena harus menjawab orang yang berkata, "hei, apakabar?". Saya pastikan saya kemungkinan besar akan jatuh kecelakaan. Saya memang dari kecil ketika sudah atau sedang fokus mengerjakan sesuatu ketika ada teman yang bertanya ya saya diamkan saja, walaupun saya tau dia sedang bertanya. Bukan niat saya mengabaikannya namun itu memang kelemahan saya. Kalau saya tanggapi mungkin baik sesaat namun akan menjadikan saya buruk karena kelupaan di mana saya berhenti tadi dan loss fokus.

Di rumah saya akui memang sedikit paling beda dengan yang lain. Saat adik, ibu dan bapak bisa melakukan multitasking dalam pekerjaannya maka saya tidak bisa. Kalau saya sudah didaulat untuk mengerjakan satu hal saya akan mengabaikan yang lain karena saya tidak mampu. Dulu ketika smp saya seolah-olah bisa multitasking, namun mulai sma sampai sekarang saya mulai ragu karena memang tidak bisa.

So, jadi sekarang ketika banyak yang bertanya-tanya mengenai saya namun seolah seperti saya abaikan, tidak seperti itu sebenarnya. Saya memang sedang menerjakan sesuatu hal yang saya harus fokus dan tidak bisa untuk beralih karena saya loss fokus dan pekerjaan saya menjadi buyar. Makanya sekarang saya full time di kamar dan saya tutup agar sedikit noise yang tersisa.

quality function deployment (awal)

Sedikit membicarakan tentang qfd, walaupun saya belum begitu jelas mengenainya. Saya baru membaca sedikit karena dulu hanya membaca sepintas, belum detil sehingga lupa.

Quality function deployment. Ada tiga kata di sini yang membentuk qfd yaitu quality = kuali-tas (bukan kuali sama tas, hehe), function = fungsi, deployment = (cek kamus dulu) penyebaran. Terjemahan ngawurnya qfd adalah penyebaran fungsi kualitas.

Saya kurang begitu mengerti kenapa dinamai seperti ini, yang pasti qfd merupakan suatu metode pengembangan produk dengan menyaring segala macam kebutuhan dan keinginan dari konsumen. Semakin banyak konsumen maka semakin banyak informasi-informasi yang menunjukkan kebutuhan dan keinginan mereka maka perlu dilakukan pemeringkatan berdasarkan prioritasnya. Pada tahap awal dari qfd ini dalam pengumpulan informasi dari konsumen yang berasal dari wawancara atau survey maka diagram afinitas boleh masuk, di sini ada penjelasan tentang diagram tersebut (walau agak sedikit jelas translasinya kurang diedit tapi gak apa-apa lah). Dalam buku manajemen industri karya irman hakim nasution disebutkan bahwa affinity diagram digunakan untuk mengumpulkan data, mengorganisasikan fakta, opini dan ide. Dengan alat ini maka akan merangsang untuk munculnya ekspresi bebas dari fakta dan opini yang kemudian akan dikelompokkan berdasarkan pertaliannya.


Selasa, 25 Oktober 2016

Peneliti ekspert dan peneliti pemula

peneliti, by tangiblebranding.com
Saya baru saja melihat beberapa penelitian yang di dalamnya bertujuan membuat suatu alat untuk mengatasi masalah yang ada dan untuk berbagai tujuan. Beberapa di antaranya sebelum melakukan development alat mereka menyaring dengan metode statistik apakah perlu dilakukan pengembangan alat. Saya belum melihat laporan utuh yang seperti itu namun seingat saya dahulu waktu mengerjakan tugas pengembangan produk adalah dengan mencari dahulu parameter-parameter yang melekat pada calon alat kita, baru setelah itu dibuat kuesioner awal. Kuesioner awal ini berisi pertanyaan-pertanyaan yang wajib diuji validitas dan realibiliatsnya dengan meminta pendapat para ahli atau dengan praktisi sebanyak minimal 10 orang. Pada pertanyaan-pertanyaan yang lolos maka bisa dibuat kuesioner lagi untuk mengambil pendapat kepada konsumen. Namun jika belum lulus maka harus diperbaiki lagi dan dilakukan uji lagi. Selanjutnya kuesioner yang sudah jadi tadi barulah disebarkan kepada responden sejumlah sampel atau minimal 30 jika banyak.

Di sini lah baru kita dapatkan informasi. Namun inti dari melaukan ini tadi adalah mencari informasi, namun dengan metode yang lebih ilmiah dan jelas kuantitatif. Namun sebenarnya ada juga metode kualitatif untuk mendapat informasi misalnya dengan wawancara langsung, focus group discusion, delphi apa itu saya lupa. Seperti pada penelitian pengembangan produk ini ada juga yang langsung membuat kesimpulan bahwa akan dilakukan pengembangan produk atau pembuatan produk/alat untuk objek tertentu, misalnya yang baru saya baca adalah alat pembersih produk empon-empon dengan semprotan air bertekanan tinggi.

Saya kira pengambilan informasi yang dilakukan di sini hanyalah wawancara dan studi pustaka, namun karena yang meneliti adalah seorang peneliti yang memang sudah ekspert di bidangnya dan lagi seorang staf kampus maka bisa langsung dilakukan penelitian dan perancangan produk sampai pembuatan prototipe dan percobaan penggunaannya. Mungkin karena di sini yang melakukan penelitian sudah termasuk orang yang ekspert di bidangnya maka informasi akan kebutuhan konsumen/objek di pasar sudah dia kuasai dan dimengerti betul maka segala macam kesimpulannya adalah merupakan cerminan dari objek tadi dan dapat dipercaya. Ini lah alasan kenapa harus dilakuakan pengumpulan informasi secara ilmiah dengan metode statistika yang sudah baku agar informasi yang kita pakai valid dan handal sehingga hasilnya akan lebih baik lagi.