Rabu, 28 Juni 2017

Pentingnya Strategi Bisnis

Saya ingin menerjemahkan singkat tentang pentingnya strategi bisnis yang dipaparkan oleh Thomas Whelen dalam buku manajemen strateginya. Dalam bukunya tersebut dijelaskan bahwa strategi bisnis fokus pada perbaikan posisi kompetitif sebuah perusahaan atau sebuah produk dan jasa dari sebuah unit bisnis dalam industri yang spesifik atau dalam sebuah segmen pasar di mana unit bisnis tersebut berada. Strategi bisnis sangat-sangat penting karena berbagai penelitian menunjukkan bahwa bagaimana keadaan sebuah unit bisnis yang dimiliki oleh sebuah perusahaan akan sangat berdampak kepada performansi perusahaan itu secara keseluruhan, juga pada korporasi atau industri. Strategi bisnis bisa menjadi kompetitif (beradu dengan semua pesaing untuk mendapatkan keuntungan) dan/atau kooperatif (bekerja sama dengan satu atau lebih perusahaan untuk mendapatkan keuntungan dan melawan pesaing yang lain).

Sesungguhnya memang dinamis seperti itu sih ya, karena pada intinya yang diinginkan adalah bagaimana sebuah usaha bisa mencapai apa yang menjadi tujuannya. Dalam pasar secara umum terkadang kawan bisa menjadi lawan, lawan pun bisa menjadi kawan. Seperti microsoft dan apple yang pada awalnya saling beradu kepala. Kini bahkan apple sudah menjadi bagian dari microsoft juga, walaupun perusahaan tetap berjalan sebagaimana mestinya dengan idealisme dan tujuannya.

Posisi kompetitif sebuah perusahaan dalam sebuah industri memang bergantung juga dengan keunggulan kompetitif yang dimilikinya. Umumnya sebuah perusahaan pasti mempergunakan keunggulan kompetitifnya untuk bisa melawan pesaing. Namun dalam berjalannya waktu bisa jadi ada pendatang baru yang memiliki keunggulan kompetitif yang jauh melampaui perusahaan tersebut beserta satu atau beberapa pesaingnya. Ancaman menjadi semakin besar maka harus disusun strategi bisnis yang tidak hanya mengandalkan kekuatan dalam diri, namun bisa mencoba merangkul pesaing untuk diajak kerjasama guna menghadapi ancaman yang lebih besar. 

Selasa, 27 Juni 2017

Keunggulan Kompetitif

Keunggulan kompetitif didefinisikan oleh Shahmansouri sebagai posisi unik yang dimiliki oleh sebuah perusahaan atau unit bisnis atau organisasi yang digunakan untuk melawan saingannya dengan cara menggunakan sumber daya yang dimilikinya secara lebih efektif. Penggunaan sumber daya dan kondisi sumber daya yang dimilikinya ini kemudian menjadi sebuah faktor yang berpengaruh terhadap unggul atau tidaknya sebuah organisasi. Faktor sumber daya sebuah organisasi ini jamak disebut sebagai faktor internal karena berasal dari internal organisasi itu sendiri. Berikut beberapa faktor internal yang dipaparkan oleh Freed David :

1. Manajemen
Fungsi manajemen secara umum terdiri dari lima basis aktivitas yaitu perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), motivasi (motovating), pengaturan staff (staffing), dan pengendalian (controlling).

2. Pemasaran
Pemasaran bisa dideskripsikan sebagai proses pendefinisian, pengantisipasian, penciptaan dan pemenuhan kebutuhan dan keinginan pelanggan akan produk dan jasa. Terdapat tujuh fungsi dasar pemasaran yaitu 1) analisis pelanggan 2) penjualan produk/jasa 3)perencanaan produk dan jasa 4) penetapan harga 5) distribusi 6)riset pasar dan 7)analisis peluang

3. Keuangan/akuntansi
Penentuan kekuatan dan kelemahan keuangan sebuah organisasi adalah penting bagi formulasi strategi. Keterangan-keterangan yang biasa dilihat di dalam keuangan ini antara lain likuiditas perusahaan, leverage, modal kerja, keuntungan, penggunaan aset, kesflow dan ekuitas.

4. Produksi/operasi
Fungsi produksi/operasi sebuah bisnis terdiri dari semua aktivitas yang mentransformasikan input menjadi barang dan jasa. Roger Schroeder dalam David ini menjelaskan bahwa pada bagian produksi/operasi ini terdapat lima fungsi yaitu proses, kapasitas, inventory, tenaga kerjja dan kualitas.

5. Riset dan Pengembangan
Banyak perusahaan saat ini tidak mengadakan bagain Riset dan pengembangan, namun banyak perusahaan lain yang bergantung pada bagian ini untuk bertahan hidup. Sebuah perusahaan berinvestasi pada penelitian dan pengembangan karena mereka percaya bahwa investasi yang dilakukan akan membuahkan produk dan jasa yang superior dan akan memberikan keunggulan kompetitif. Pengeluaran pada Litbang ini secara langsung digunakan untuk mengembangkan produk baru sebelum didahului oleh pesaing, memperbaiki kualitas produk, atau memperbaiki proses pembuatan produk untuk menurunkan biaya.

6. Sistem informasi Manajemen
Tujuan dari sistem informasi manajemen adalah untuk memperbaiki performansi perusahaan dengan cara memperbaiki kualitas pengambilan keputusan manajerial. Sebuah sistem informasi yang efektif yaitu dengan cara mengumpulkan, mengkodekan, menyimpan, mensintesis dan menyuguhkan informasi sedemikian rupa sehingga bisa menjawab segala macam pertanyaan pada operasi dan pertanyaan lain yang strategis.

Penjelasan Faktor Eksternal dalam Bisnis (Lanjutan)

Pada artikel sebelumnya 6 faktor eksternal yang dijelaskan bersumber dari analisis PESTEL. Pada artikel ini sisa dari faktor eksternal yang akan dijelaskan adalah berasar dari Five Force analysis. Analisis lima kekuatan ini sangat umum dipergunakan oleh para leader bisnis untuk memahami industri mereka. Diperkenalkan oleh Profesor Michael Porter  pada tahun 1979.  Alat analisa ini sudah lama dipergunakan dan masih cukup populer hingga saat ini. Berikut lanjutan penjelasan analisa lima kekuatan menurut Ketchen (2011):

7.  Persaingan (Rivalry)
kompetitor atau pesaing  dalam sebuah industri adalah sebuah perusahaan atau unit bisnis yang menghasilkan produk atau jasa yang mirip atau sama jenisnya. Dalam persaingan ini  dilakukan banyak pergerakan seperti iklan, diskon dan penawaran baru. Mereka bermanufer satu sama lain untuk mempertahankan pelanggan atau menarik pelanggan baru. Karena para pesaing berusaha untuk melayani sekumpulan pelanggan yang sama secara umumnya, maka persaingan menjadi semakin intens.

8. Pendatang Baru (New Entrant)
Berkompetisi dalam sebuah industri yang menguntungkan adalah hal yang diidamkan oleh sebuah bisnis, namun hal ini juga bisa menarik perhatian yang tidak diinginkan dari luar industri. Pendatang baru potensial memang tidak begitu bisa bersaing namun tidak ada yang bisa menebak apa yang akan terjadi di masa depan. Pendatang baru cenderung menurunkan potensi keuntungan dalam sebuah industri dengan meningkatnya kompetisi.  Maka dari itu bagian eksekutif perlu melakukan analisa bagaimana jika ada satu atau lebih pendatang baru masuk ke dalam industri tersebut sebagai usaha yang dilakukan untuk memahami pontensi keuntungan sisa yang ditawarkan oleh industri tersebut.

9. Produk Substitusi (Subtitute)
Eksekutif perusahaan harus mengambil alih tidak hanya pada persaingan langsung dalam industri tersebut, namun juga pada pemain di industri lain yang bisa mencuri pelanggan mereka. Produk substitusi menawarkan barang atau jasa yang berbeda dari yang ditawarkan pesaing dalam sebuah industri namun masih bisa memenuhi kebutuhan serupa yang ditawarkan oleh industri tersebut. Seberapa kuat ancaman dari produk substitusi in tergantung pada bagaimana efektifnya produk subsitusi tersebut dapat melayani pelanggan dalam industri tersebut.

10. Pemasok (Supplier)
Pemasok menyediakan pasokan (inputs) yang dibutuhkan oleh sebuah perusahaan dalam sebuah industri untuk membuat barang dan jasa yang kemudian ditawarkan kepada pembeli. Berbagai macam pasokan sangat penting bagi sebuah perusahaan, seperti bahan baku, sumber keuangan dan pekerja. Kekuatan tawar pemasok bisa dikatakan kuat jika pasokan hanya dipasok oleh beberapa pemasok saja, atau pemasok lebih terkonsentrasi atau juga tidak ada bahan pengganti yang bisa disediakan oleh pemasok. Kondisi semacam ini juga menghambat pesaing untuk bisa mendapatkan bahan yang lebih kompetitif.

11. Pembeli
Pembeli membeli barang dan jasa yang diproduksi oleh sebuah perusahaan dalam sebuah industri. Kekuatan tawar pembeli bisa dikatakan besar apabila barang yang diproduksi oleh perusahaan hanya diserap oleh satu atau beberapa perusahaan yang terkonsentrasi, sedangkan jika sebaliknya yaitu kekuatan tawar pembeli lemah jika pembelian barang hanya dalam volume yang kecil dan pembeli sangat banyak.