Selasa, 27 Juni 2017

Penjelasan Faktor Eksternal dalam Bisnis (Lanjutan)

Pada artikel sebelumnya 6 faktor eksternal yang dijelaskan bersumber dari analisis PESTEL. Pada artikel ini sisa dari faktor eksternal yang akan dijelaskan adalah berasar dari Five Force analysis. Analisis lima kekuatan ini sangat umum dipergunakan oleh para leader bisnis untuk memahami industri mereka. Diperkenalkan oleh Profesor Michael Porter  pada tahun 1979.  Alat analisa ini sudah lama dipergunakan dan masih cukup populer hingga saat ini. Berikut lanjutan penjelasan analisa lima kekuatan menurut Ketchen (2011):

7.  Persaingan (Rivalry)
kompetitor atau pesaing  dalam sebuah industri adalah sebuah perusahaan atau unit bisnis yang menghasilkan produk atau jasa yang mirip atau sama jenisnya. Dalam persaingan ini  dilakukan banyak pergerakan seperti iklan, diskon dan penawaran baru. Mereka bermanufer satu sama lain untuk mempertahankan pelanggan atau menarik pelanggan baru. Karena para pesaing berusaha untuk melayani sekumpulan pelanggan yang sama secara umumnya, maka persaingan menjadi semakin intens.

8. Pendatang Baru (New Entrant)
Berkompetisi dalam sebuah industri yang menguntungkan adalah hal yang diidamkan oleh sebuah bisnis, namun hal ini juga bisa menarik perhatian yang tidak diinginkan dari luar industri. Pendatang baru potensial memang tidak begitu bisa bersaing namun tidak ada yang bisa menebak apa yang akan terjadi di masa depan. Pendatang baru cenderung menurunkan potensi keuntungan dalam sebuah industri dengan meningkatnya kompetisi.  Maka dari itu bagian eksekutif perlu melakukan analisa bagaimana jika ada satu atau lebih pendatang baru masuk ke dalam industri tersebut sebagai usaha yang dilakukan untuk memahami pontensi keuntungan sisa yang ditawarkan oleh industri tersebut.

9. Produk Substitusi (Subtitute)
Eksekutif perusahaan harus mengambil alih tidak hanya pada persaingan langsung dalam industri tersebut, namun juga pada pemain di industri lain yang bisa mencuri pelanggan mereka. Produk substitusi menawarkan barang atau jasa yang berbeda dari yang ditawarkan pesaing dalam sebuah industri namun masih bisa memenuhi kebutuhan serupa yang ditawarkan oleh industri tersebut. Seberapa kuat ancaman dari produk substitusi in tergantung pada bagaimana efektifnya produk subsitusi tersebut dapat melayani pelanggan dalam industri tersebut.

10. Pemasok (Supplier)
Pemasok menyediakan pasokan (inputs) yang dibutuhkan oleh sebuah perusahaan dalam sebuah industri untuk membuat barang dan jasa yang kemudian ditawarkan kepada pembeli. Berbagai macam pasokan sangat penting bagi sebuah perusahaan, seperti bahan baku, sumber keuangan dan pekerja. Kekuatan tawar pemasok bisa dikatakan kuat jika pasokan hanya dipasok oleh beberapa pemasok saja, atau pemasok lebih terkonsentrasi atau juga tidak ada bahan pengganti yang bisa disediakan oleh pemasok. Kondisi semacam ini juga menghambat pesaing untuk bisa mendapatkan bahan yang lebih kompetitif.

11. Pembeli
Pembeli membeli barang dan jasa yang diproduksi oleh sebuah perusahaan dalam sebuah industri. Kekuatan tawar pembeli bisa dikatakan besar apabila barang yang diproduksi oleh perusahaan hanya diserap oleh satu atau beberapa perusahaan yang terkonsentrasi, sedangkan jika sebaliknya yaitu kekuatan tawar pembeli lemah jika pembelian barang hanya dalam volume yang kecil dan pembeli sangat banyak.

Penjelasan Faktor Eksternal dalam Bisnis

Berjalannya sebuah bisnsi sangat terpengaruh sekali dengan segala macam perubahan pada lingkungannya. Faktor lingkungan ini lah yang kemudian kita anggap sebagai faktor eksternal. Dalam Ketchen (2011) secara umum faktor lingkungan ini bisa diketahui melalui analisa PESTLE dan Five Force. PESTLE sendiri adalah singkatan dari Political, Economiv, Social, Technological, Legal dan Environment sedangkan Five Force yaitu pemasok (supplier), pendatang baru (New Entrants), pembeli (Buyer), produk subtitusi (subtitutes) dan persaingan (Rivalry). Jika ditotal faktor dari lingkungan yang berpengaruh terhadap sebuah unit bisnis secara umum menurut Ketchen ada 11 buah. Di luar dari sebelas faktor ini sebenarnya masih banyak, namun faktor yang paling signifikan berpengaruh adalah sejumlah ini. Berikut penjelasannya :

1. Politic (politik)
Bagian politik ini berpusat pada peraturan dari pemerintah dalam membentuk bisnis. Elemen yang terkandung dalam bagian ini adalah peraturan perpajakan, perubahan pada tarif dan hambatan perdagangan, dan stabilitas pemerintahan.  Elemen dari bagian ini yang menghambat kegiatan suatu bisnis maka bisa kita sebut sebagai ancaman sedangkan yang mendorong sebuah bisnis adalah peluang. 

2. Economic (Ekonomi)
Bagian sekonomi ini berpusat pada kondisi ekonomi di mana sebuah organisasi beroperasi. Beberapa hal yang berpengaruh terhadap kondisi ekonomi yaitu tingkat suku bunga, tingkat inflasi, nilai PDB, tingkat pengangguran, tingkat pendapatan negara dan pertumbuhan atau perlambatan ekonomi. 

3. Social (Sosial)
Beberapa hal yang tergolong dalam faktor sosial ini adalah ukuran populasi, umur, percampuran etnis, dan tren di dalam masyarakat yang menjadi budaya.

4. Technology (Teknologi)
Bagian teknologi ini berpusat pada perbaikan produk dan jasa yang dihasilkan oleh ilmu pengetahuan. Beberapa faktor yang terkait contohnya adalah perubahan kecepatan dalam pengembangan produk, peningkatan otomasi,  dan kemajuan dalam industri pengiriman.

5. Environmental (Lingkungan)
Bagian lingkungan ini meliputi segala macam kondisi fisik yang terjadi pada tempat organisasi tersebut berjalan, seperti bencana alam, level polusi, pola iklim dan lain sebagainya.

6. Legal (Legalitas)
Bagian ini berpusat pada bagaimana hukum berpengaruh terhadap aktivitas bisnis. Beberapa contoh faktor legalitas ini adalah hukum/peraturan pekerja, peraturan kesehatan dan keamanan pekerja, peraturan tentang diskriminasi, hukum anti monopoli.

(next)

Senin, 26 Juni 2017

Strategi dalam hidup

sumber : (link) majiho deviantart
Manusia hidup di dunia ini diberi modal yang sangat besar sekali oleh Sang Pencipta yaitu keberadaan akal. Dengan tingkat kompleksitas materi yang ada di dunia ini beserta beragam persoalan yang muncul maka manusia akan bisa melaluinya dengan modal akal. Sebenarnya tidak hanya akal yang diberikan sebagai modal, namun segalanya. Tangan yang bisa menggenggam, kaki yang jenjang yang bisa berlari, struktur gigi dan pencernaan yang tidak hanya bisa untuk memakan tumbuhan namun juga hewan, potensi untuk hidup di udara, membuat pesawat, berenang, memanjat, tubuh yang sehat, hewan-hewan ternak yang bisa dijinakkan, sungguh merupakan sebuah modal yang sangat besar. So, tidak hanya akal saja modal kita. Akal hanyalah pembeda, itu pun bukan satu-satunya pembeda. Ada hati di dada yang menyertainya.

Tidak bisa kita pungkiri bahwa dunia adalah sebuah tempat untuk menguji manusia. Akan ditempatkan ditempatkan di mana kelak tergantung hasil yang kita peroleh di dunia ini yang bersumber dari segala macam niat, sikap, perkataan, dan perilaku yang telah kita wujudkan dalam memandang dan menghadapi sebuah problematika. Problematika yang tak kunjung berakhir sampai nyawa kita putus dari badan kita. Sebagai salah satu makhluk yang diberi akal yang merupakan modal terbesar kita maka kita bisa mengorganisasikan dan mengkoordinasikan segala macam sumber daya yang kita miliki untuk bisa mencapai tujuan yang kita inginkan, Kebagahiaan, eh ini typo beneran yang sengaja tidak saja backspace hahaha :). Yang saya maksud adalah kebahagiaan, yang maunya kita tidak hanya pada akhirat saja (yang yakin akan hari akhir atau akhirat) namun juga dunia. Maka kita harus menggunakan sumber daya potensial kita yang paling utama, yaitu akal untuk bisa memanfaatkan dengan maksimal sumber daya kita yang lain. Istilahnya "Mengakali" yang sebelmnya telah kita inisiasi dengan "Rencana".

Rencana adalah istilah yang sangat umum. Bahasa inggrisnya plan, kemudian kita mlekukan planning yang jika diterjemahkan kasar berarti me"rencana", maksudnya membuat rencana. Sebuah alur tahapan yang akan kita jalani yang kita buat dan perkirakan bisa mengatasi kejadian yang diperkirakan juga akan terjadi untuk mencapai tujuan kita. Definisi rencana di atas adalah "karangan" saya. Ada istilah lebih keren daripada rencana, yaitu Strategi. Begitu pentinya strategi ini maka sudah ada mata kuliahnya sendiri yang menguliknya dengan nama strategi manajemen. Namun ada juga sih satu ahli yang menyebut strategi ini sesimple strategi adalah rencana. Ya kalo dipikir memang sama sih, cuma pengembangannya aja yang berbeda. Namun jangan heran kalo ada istilah lain yaitu strategic planning its mean perencanaan strategis. Istilahnya digabung

apa itu strategi? Dalam Strategic Management-nya Colin White (2012) kata strategy tidak dibatasi hanya pada penggunaan pada tataran manajemen saja karena jika ditilik dari sejarahnya berasal dari yunani strategos yang berarti seorang prajurit atau pemimpinnya. Jadi pada awalnya istilah strategi ini cenderung dipakai oleh militer dalam peperangan. Strategi termasuk di dalamnya dua hal yaitu keseluruhan tujuan spesifik  pada sasaran militer dan keberhasilan implementasi dari strategi tersebut. Oleh karena itu di dalamnya termasuk penyusunan sumber daya secara luas pada setiap tugas dan penyebarannya secara efektif, serta antisipasi secara simultan terhadap apa yang akan dilakukan oleh musuh, sumber daya yang dimilikinya serta kemampuan perang tentaranya. Strategi perlu diimplementasikan secara efisien seperti pada persiapan yang hati-hati, pelatihan yang baik dan penggunaan taktik yang jitu.  Di sini dijelaskan taktik ternyata dimasukkan ke dalam strategi juga. Jika istilah strategi digunakan dalam cakupan perang secara keseluruhan, namun taktik digunakan dalam setiap pertempuran (battle). Konsep strategi ini kemudian berlanjut dipakai secara luas dalam berbagai bidang termasuk dalam bisnis hingga kita kenal istilah strategi bisnis. Karena apa? karena dalam dunia bisnis itu layaknya perang, ada banyak hal yang bisa jadi kita anggap musuh karena merugikan kita, dan bisa jadi juga ada yang kita anggap sebagai kawan karena saling menguntungkan.

Dalam hidup manusia sebenarnya juga telah diterapkan konsep strategi secara alamiah karena strategi adalah hasil dari oleh pikir manusia itu sendiri. Seorang muslim juga harus memahami apa yang disebut strategi tersebut karena sejatinya umat islam harusnya sudah mengetahui apa yang dimilikinya sebagai sumber daya dan apa yang menjadi ancaman di dunia ini termasuk dari musuhnya yaitu syaiton. Dalam kajian mengenai strategi ini dikenal sebuah analisis yang cukup populer, yaitu SWOT. Analisis ini akan kita babar lain waktu, namun pada intinya ini merupakan strategi yang mendasar karena mencakup empat hal dasar yaitu Kekuatan (Strengths), Kelemahan (weaknesses), Peluang (oportunities) dan Ancaman (Threats). Seorang manusia hidup memuliki fungsi dan tujuan, istilah kerennya adalah visi dan misi. Visi dari vision yaitu pandangan ke depan atau impian yang kita kenal juga sebagai Innalillahi wa innailaih rojiun dan misi sebagai khalifatulardh. Kita akan bisa menemui apa yang menjadi visi kita jika menjalani misi kita dengan baik dan benar. Sesungguhnya ada keindahan di dalam itu semua.