Jumat, 30 Juni 2017

pilihan cara mati

Keberanian tidak membuat engkau mati cepat, dan pengecut tidak membuat mati lama. Semua tetap akan mati pada waktunya. 

Kamis, 29 Juni 2017

Bunga Simalakama

sumber : deviantart-by djoput
Saya merasa aneh ketika berjalan di jalan rasa, belajar di sekolah, dan mendapat segala macam benefit dari segala struktur kewajiban negara kepada rakyatnya yang negara tersebut mendapatkan keuntungan dari suksesnya bisnis bank di negeri ini. Bank, sebuah badan di mana riba menjadi faktor utama pendapatan dan sumber keuntungan. Setitik saja nila tetes, rusaklah susu se lautan. Jadi tidak mungkin dipungkiri bahwa kita semua sekarang sedang berendang di lautan api riba. Riba, istilah formalnya di Negara ini adalah suku bunga, kalau lebih internasionalnya interest rate. Saya benar-benar merasa sangat heran dengan negara ini, kog bisa-bisanya sejak jaman dahulu sistem perbankan yang diterapkan adalah sesuatu hal yang sangat dilarang dalam agama Islam, padahal mayoritas penduduknya adalah beragama islam. Apakah tidak ada yang sadar orang-orang ini, yang mengakunya percaya kepada Allah tetapi mengabaikan perintah Allah. Tetapi tidak mungkin juga tidak ada yang menentangnya, mengingat kiprah ulama dan umat yang sangat besar sekali dari jaman dahulu. Terpaksa saya mencari tau sejarah perkembangan perbankan di negeri ini, tetapi kog ya rasanya malas, tetapi mau tak mau saya harus mau mencarinnya.

Menurut wikipedia di link INI bank di indonesia sudah ada sejak jaman belanda tahun 1828 yaitu De javasche Bank, NV. Saya kira mulai saat itu lah sistem perbankan yang lebih formil mulai menjadi semakin mengakar di Negeri ini. Saya yakin juga sebenarnya sistem pinjem meminjam uang yang berbunga juga sudah diterapkan masyarakat Nusantara sejak jaman dahulu, hanya saja tidak sebesar ketika belanda datang dan menempatkan sistem riba tersebut. Namun bisa kita lihat sejak jaman perjuangan bank-bank malah menjadi bertambah dan menjamur hingga sekarang ini. Seperti ada sesuatu yang tak tersentuh oleh kalangan muslim meskipun menjadi mayoritas. Buktinya sejak jaman belanda bank-bank tersebut semakin subur, bahkan dipupuk juga oleh orang pribumi yang notabene juga mengaku muslim. Sungguh mengherankan.

Bank adalah badan pengelola uang yang mendapat pemasukan selain dari biaya administrasi nasabah juga tingkat bunga pada uang yang dipinjam darinya. Walaupun begitu bank juga memberikan bunga kepada orang yang menabung. Namun dengan melihat keadaan sekarang ini bank-bank yang ada semakin makmur, ditambah lagi dengan bermunculnya bank-bank kecil atau badan-badan usaha semacam koperasi dengan sistem bunga yang semakin menjamur, mengindikasikan bahwa sistem yang diterapkan memang sangat menguntungkan. Lalu apa yang kemudian terjadi dengan umat muslim yang sampai saat ini masih mayoritas? Masih di bawah lantai menjadi keset sistem api ini. Kenapa saya sebut sistem api? Karena dia laksana negara api yang menyerang, semuanya dibakar sampai ludes, hingga habis semua termasuk harga diri orang-orang yang mengaku muslim itu.

Di negara ini organisasi islam pun banyak dan dua yang paling besar adalah Muhammadiyah dan NU. Di antara organisasi itu hampir tidak ada yang secara langsung kontra dengan sistem perbankan yang dlarang dalam syariat islam padahal semboyan utama yang pasti dikoar-koarkan adalah ammar ma'ruf nahi munkar. Tetapi bisa sedikit dipahami juga bahwa tidak semua ammar ma'ruf nahi munkar bisa dijalankan. Paling enggak ammar ma'ruf saja dahulu dan perjuangan masih berlanjut. Tidak ada paksaan dalam beragama, termasuk dalam hal muamalah. Seperti fenomena jilbab yang baru pada tahun 2000an ini mulai membesar.

Akhir-akhir ini semangat orang islam mulai terlihat dengan terhembusnya isu-isu yang berkontra secara langsung dengan jati diri islam oleh beberapa pihak. Saya tidak tau apa yang ada dibelakangnya namun melihat kejadiaan pki jaman dulu, manusia nusantara ini sangat marah jika hal-hal yang dianggap prinsipal termasuk tokoh yang dianggap panutan dihabisi, kehormatan dan nyawanya. Ada satu sifat khas dari manusia di negara ini yang tidak luntur sampai sekarang, manusia-manusia ini mudah larut dalam tidurnya atau mabuk kepayang jika kondisi negara cukup stabil. Saat kondisi terlalu stabil tersebut maka harga dirinya mulai digembosi sedikit demi sedikit tanpa diketahui oleh sebuah kekuatan dan nafsunya sendiri. Perlu momentum besar untuk menggedor tubuhnya agar beruncang sehingga sadar harga dirinya sudah terlalu jatuh.

Jika dilihat dengan sejarah penyebaran agama islam, cukup masif dan sangat cepat walaupun harus dengan cara yang berbeda. Penyebaran islam melalui pedagang atau secara langsung kepada masyarakat kurang bisa terlihat signifikan, walaupun tetap berhasil namun dalam jumlah yang tidak banyak. Beda ketika orang-orang besar sudah mengenal islam, para raja-raja dan kaum brahman atau cendekia, maka perkembangan islam menjadi sangat cepat. Orang-orang nusantara cenderung mudah ikut dan menurut dengan orang yang dianggap tokoh, yang brahmana dan ksatria, dalam arti orang yang memiliki kekuatan dan dianggap pemimpin. Saya kira tidak akan mudah jika menginginkan sistem riba hilang dan berganti dengan yang sesuai tanpa kekuatan dan kekuasaan. 

Rabu, 28 Juni 2017

QSPM (qUANTITATIC sTRATEGIC pLANNING mATRIX

Matriks QSPM adalah matriks yang digunakan untuk menentukan beberapa opsi yang paling tepat yang berdasarkan pada bobot nilai antara opsi yang ada dan tingkat kemenarikan yang bisa disesuaikan dengan yang terkait. Matriks ini biasa digunakan untuk pemilihan strategi yang paling tepat untuk diterapkan atau untuk mengurutkan prioritas dari segala macam strategi yang dimiliki. Contoh matriknya seperti gambar di bawah :

sumber : freed david 2011

Penggunaannya memang sangat jamak digunakan untuk pemilihan strategi dalam manajeemn strategi namun sebenarnya juga bisa digunakan dalam banyak hal sekali. Bagusnya matriks ini adalah dari hasil strategi yang ada atau pilihan yang ada yang kita dapatkan yang bersifat kualitatif ini kemudian dikuantifikasikan mengenai hal yang bersifat kualitatif subjektif pula, yaitu dengan adanya penilaian Atractive score. Strategi yang ada kemudian disilangkan dengan faktor kunci yang ada yang mencakup keempat hal dalam analisis SWOT yaitu kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Dengan begitu strategi alternatif yang ada bisa  secara langsung diadu dengan faktor kunci yang ada apakah menarik atau tidak. Nilai TAS (total attractive score) atau total kemenarikan yang paling tinggi adalah yang paling tinggi prioritas untuk dijalankan.