Pernah merasakan kegagalan? Saya sering, dan sialnya saya mengetahui sendiri sejak awal bahwa jika saya tidak begini maka saya akan gagal. Lucu, apakah dengan pikiran dan sikap yang seperti itu adalah sama saja seperti mendesain kegagalan? Tetapi untungnya selama ini saya masih diselamatkan oleh Sang Pencipta dengan melembutkan hati banyak orang. Namun apakah kali ini saya masih bisa selamat padahal banyak orang yang sudah dilembutkan hatinya tersebut kemudian saya lukai lagi dengan kelalaian yang saya ciptakan sendiri.
Namun di balik semua ini saya mendapat sebuah pelajaran yang sangat hebat. Ternyata saya adalah penakut dan kebanyakan kegagalan adalah disebabkan karena saya sudah kalah sebelum bertanding. Banyak sekali pengalaman yang sudah terjadi selama ini yang seharusnya bisa saya ambil sebagai contoh terhadap diri saya sendiri untuk bisa dijalankan. Keberanian adalah modal awal sebelum sebmangat. Orang tidak mungkin semangat jika tidak memiliki keberanian. Tetapi perlu DIGARISBAWAHI, keberanian itu bukan sebuah rencana. Keberanian adalah saat kita melangkah pertama kali untuk unjuk gigi. Keberanian adalah langkah pertama kali kita keluar yang sebelumnya dirundung cemas. Tidak peduli setelah kita jalan akan berujung sukses atau gagal namun kita tetap maju, itu yang namanya berani. Mungkin saya harus sering-sering menulis tentang hal semacam ini. Jujur ketika menulis ini saya merasa semakin berani dan semangat.
Next talking, tak tau ini ada hubungannya denan paragraf sebelumnya atau tidaki. 4 tahun ini adalah bangkai bagi saya. Saya mandeg dan tidak ada kemajuan. Tidak ada yang patut dipersalahkan selain diri saya sendiri. Namu terlalau banyak menyalahkan diri sendiri juga hasilnya akan tetap sama dan malah semakin tenggelam. Masalah saya sebenarnya hanya satu yaitu kecewa. Kecewa yang membahana bagai badai topan berhujan lebat disertai dengan petir gemurh dan terjadi gempa dan tornado. Rumah hati saya hancur berantakan dan segala penyakit mulai muncul. Sumbernya hanya satu yaitu kecewa. Ini adalah sebuah penyakit inisiasi dari penyakit yang kronis. Seperti kanker. Kalo ada yang baca tulisan ini selain saya yang sedang mengalami sbeuh kekecewaan, please, segeralah buang rasa kecewa itu. 4 tahun ini saya hampir menjadi orang gila, sungguh. Lalu obatnya apa? Banyak sekali. Tetapi ada satu hal yang menjadi kunci keampuhan obat itu, KONSISTEN. Saya kira semua oran juga sudah tau obat-obat yang saya maksud, namun kalo kendor sebentar saja seolah-olah obat itu laksana kain dalam bara lampu petromak. Minyak dan tekanan udara petromah harus terus tersedia cukup banyak dan jangan dibiarkan kendur atau tergoncang. Kendur dikit aja dan kemudian tergoncang kain itu akan luruh. So, WE HAVE TO CONSOSTENT, walaupun memang susah. But JUST DO IT. Do What you can do, what you have to do. Just moving forward, not only move on.
Tulisan di link INI Menyentak Kalbu Saya yang paling dalam. wkwkwkw...
Namun di balik semua ini saya mendapat sebuah pelajaran yang sangat hebat. Ternyata saya adalah penakut dan kebanyakan kegagalan adalah disebabkan karena saya sudah kalah sebelum bertanding. Banyak sekali pengalaman yang sudah terjadi selama ini yang seharusnya bisa saya ambil sebagai contoh terhadap diri saya sendiri untuk bisa dijalankan. Keberanian adalah modal awal sebelum sebmangat. Orang tidak mungkin semangat jika tidak memiliki keberanian. Tetapi perlu DIGARISBAWAHI, keberanian itu bukan sebuah rencana. Keberanian adalah saat kita melangkah pertama kali untuk unjuk gigi. Keberanian adalah langkah pertama kali kita keluar yang sebelumnya dirundung cemas. Tidak peduli setelah kita jalan akan berujung sukses atau gagal namun kita tetap maju, itu yang namanya berani. Mungkin saya harus sering-sering menulis tentang hal semacam ini. Jujur ketika menulis ini saya merasa semakin berani dan semangat.
Next talking, tak tau ini ada hubungannya denan paragraf sebelumnya atau tidaki. 4 tahun ini adalah bangkai bagi saya. Saya mandeg dan tidak ada kemajuan. Tidak ada yang patut dipersalahkan selain diri saya sendiri. Namu terlalau banyak menyalahkan diri sendiri juga hasilnya akan tetap sama dan malah semakin tenggelam. Masalah saya sebenarnya hanya satu yaitu kecewa. Kecewa yang membahana bagai badai topan berhujan lebat disertai dengan petir gemurh dan terjadi gempa dan tornado. Rumah hati saya hancur berantakan dan segala penyakit mulai muncul. Sumbernya hanya satu yaitu kecewa. Ini adalah sebuah penyakit inisiasi dari penyakit yang kronis. Seperti kanker. Kalo ada yang baca tulisan ini selain saya yang sedang mengalami sbeuh kekecewaan, please, segeralah buang rasa kecewa itu. 4 tahun ini saya hampir menjadi orang gila, sungguh. Lalu obatnya apa? Banyak sekali. Tetapi ada satu hal yang menjadi kunci keampuhan obat itu, KONSISTEN. Saya kira semua oran juga sudah tau obat-obat yang saya maksud, namun kalo kendor sebentar saja seolah-olah obat itu laksana kain dalam bara lampu petromak. Minyak dan tekanan udara petromah harus terus tersedia cukup banyak dan jangan dibiarkan kendur atau tergoncang. Kendur dikit aja dan kemudian tergoncang kain itu akan luruh. So, WE HAVE TO CONSOSTENT, walaupun memang susah. But JUST DO IT. Do What you can do, what you have to do. Just moving forward, not only move on.
Tulisan di link INI Menyentak Kalbu Saya yang paling dalam. wkwkwkw...